
Untuk tamu, kesan pertama. Untuk karyawan, ruang yang terasa diurus.
Calon klien yang menunggu di lobi tidak membaca company profile Anda. Mereka membaca ruangannya — dan aroma adalah bagian ruang yang masuk tanpa harus dilihat dulu.
Untuk karyawan, aromanya bekerja diam-diam. Dalam uji di sebuah kantor Jepang, bilik fokus beraroma dipakai 40% lebih sering daripada bilik yang sama tanpa aroma — kami tulis hasilnya di Insight.
Pilih satu aroma untuk seluruh kantor, lalu jadwalkan: pagi lebih lembut, jam tamu lebih penuh, malam mati sendiri. Yang diingat orang adalah pengulangan, bukan kekuatan.



