Pada 24 September The Japan Times melaporkan gelombang baru di perusahaan-perusahaan Jepang: aroma dipakai sebagai bagian dari strategi merek dan sebagai cara membangun rasa kebersamaan di antara karyawan.1 Bukan pewangi ruangan biasa — aroma yang dipilih dengan sengaja, seperti memilih logo. Alasannya sederhana: indera penciuman itu intuitif dan mudah diingat, jadi aroma yang konsisten ikut membentuk citra perusahaan sekaligus membuat tempat kerja terasa nyaman.
Satu aroma untuk satu grupMUFG memilih aromanya lewat pemungutan suara.
Mitsubishi UFJ Financial Group, grup keuangan terbesar Jepang, menetapkan aroma khasnya — dinamai “MUFG Fragrance” — sebagai bagian dari upaya membuat tempat kerja yang nyaman dan memperkuat strategi mereknya. Aroma yang dipilih segar dan mengingatkan pada hutan. Ia lolos dari tiga kandidat akhir lewat pemungutan suara karyawan dan nasabah; sembilan dari sepuluh pemilih menyukainya.
Mulai sekitar Oktober, aroma itu mengisi area resepsionis dan ruang lain di kantor pusat MUFG di Tokyo; cabang-cabang sedang dipertimbangkan. Yang menarik bukan hanya hasilnya. Menjelang gedung kantor pusat baru pada 2030 yang akan menampung bank, trust bank dan sekuritas grup itu, perwakilan tiap perusahaan berdiskusi panjang untuk memilih satu aroma bersama — prosesnya sendiri dipakai untuk membangun rasa satu grup.
Aroma diperlakukan seperti logo: satu aroma, konsisten di setiap ruang yang dimasuki nasabah.Aroma yang dipilih sesuai pekerjaan hari itu
NEC merancang lima aroma dengan AI-nya sendiri.
NEC menempuh jalan yang lebih teknis. Perusahaan itu melatih AI generatifnya dengan pedoman perilaku karyawan dan foto-foto ruang kerja, lalu meminta seorang perfumer menyempurnakan usulan AI menjadi lima aroma. Karyawan menyimpan minyak aromanya di meja dan memilih sesuai jenis pekerjaan hari itu.

Dalam survei internal NEC, sekitar separuh karyawan yang memakainya mengatakan efisiensi kerjanya membaik.1 Hasil itu cukup meyakinkan sehingga NEC mempertimbangkan mengembangkan dan menjual aroma orisinal untuk pabrik dan perusahaan transportasi.
Bukan hanya dua perusahaanS.T. menjadikannya area pertumbuhan.
Produsen produk rumah tangga S.T. menempatkan pengelolaan tempat kerja lewat aroma sebagai salah satu area pertumbuhannya, dan mengembangkan minyak aroma orisinal untuk pemerintah daerah dan perusahaan. Dengan kata lain: di Jepang, aroma di tempat kerja sudah bergerak dari “sentuhan manis” menjadi program yang dianggarkan.




