Insight5 menit baca

Tiga jenis lelah, tiga aroma.

Dua puluh pekerja kantor dibuat lelah dengan 45 menit pekerjaan data, lalu diberi 90 detik aroma. Sitrus mengembalikan konsentrasi dan semangat paling cepat. Floral paling meredakan otot yang tegang. Aroma hutan paling menurunkan rasa diburu waktu. Semuanya membantu, tetapi tidak untuk hal yang sama.

Ditulis oleh tim ShizenSumber: Buildings (MDPI), vol. 16, no. 1, artikel 3 — terbit 19 Desember 2025Semua artikel InsightTerjemahan Bahasa Indonesia oleh tim Shizen dari artikel asli berbahasa Inggris.
Shizen SBX1 di meja kecil di depan sofa putih dengan bantal hijau
Shizen SBX1 di ruang istirahat. Dalam studi ini, 90 detik aroma sudah cukup untuk mengubah detak jantung, otot dan kecepatan kerja peserta. Visual: Shizen.
20pekerja kantor diujiusia 25–30, separuh perempuan
90detik paparan aromasetelah 45 menit pekerjaan data
3keluarga aroma: buah, bunga, hutanenam aroma, dua per keluarga

Pertanyaan yang paling sering kami dengar dari kantor: “aroma apa yang bikin orang fokus?” Sebuah studi yang terbit di jurnal Buildings pada akhir 2025 — kerja sama Universitas Kehutanan Nanjing dan Universitas Nottingham Trent — memberi jawaban yang lebih berguna daripada satu nama aroma: tergantung lelah yang mana.1 Para peneliti membuat pekerja kantor lelah secara sungguhan, lalu mengukur tubuh dan otaknya setelah 90 detik menghirup aroma dari tiga keluarga: buah, bunga, dan hutan.

Percobaannya

Lelah dulu, baru aroma.

Dua puluh pekerja kantor berusia 25–30 tahun — sepuluh laki-laki, sepuluh perempuan — mengerjakan 45 menit tugas klasifikasi data dengan tuntutan ketelitian di atas 95%. Kuesioner kelelahan menegaskan mereka benar-benar lelah di semua dimensi. Lalu masing-masing menghirup aroma selama 90 detik: melati atau lavender (bunga), lemon atau jeruk (buah), tea tree atau cedarwood (hutan), semuanya pada konsentrasi 10%, dibandingkan dengan tanpa aroma.

Yang diukur bukan hanya perasaan. Peneliti merekam gelombang otak (EEG), variabilitas detak jantung, ketegangan otot bahu (EMG), diameter pupil, waktu menyelesaikan tugas berikutnya, dan tiga kuesioner beban kerja dan suasana hati.1

Hasilnya

Tiga aroma, tiga jenis pemulihan.

Aroma buah — lemon dan jeruk — paling kuat memulihkan kelelahan psikologis dan kemampuan kognitif: peserta menyelesaikan tugas berikutnya paling cepat, melaporkan tekanan mental paling rendah, dan semangat paling tinggi. Aroma bunga — melati dan lavender — paling kuat memulihkan kelelahan fisiologis: ketegangan otot bahu turun paling banyak. Aroma hutan — tea tree dan cedarwood — paling menurunkan “beban waktu”, yaitu rasa diburu oleh waktu.1

Shizen SBX1 di meja di depan sofa abu-abu dekat jendela
Ruang istirahat adalah tempat aroma floral paling masuk akal: studi ini mencatat otot yang lebih rileks setelah melati dan lavender. Visual: Shizen.

Kesimpulan para penulis: ketiga intervensi aroma “sampai taraf tertentu meringankan kelelahan karyawan dan meningkatkan kemampuan kognitif”, dengan manfaat yang berbeda-beda — dan mereka menyarankan pemilihan aroma sesuai jenis kelelahan yang ingin dipulihkan di sebuah ruang kantor.

Lelah pikiran dan lelah badan ternyata pulih dengan aroma yang berbeda.
Catatan

Apa yang belum dijawab.

Ini studi laboratorium dengan 20 peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian (dari 40 yang direkrut), satu kali pengukuran, dan paparan 90 detik — bukan seharian. Penulisnya sendiri mencatat batasan-batasan itu. Hasilnya adalah arah, bukan resep. Tetapi arahnya cocok dengan yang kami lihat di lapangan: ruang kerja dan ruang istirahat sebaiknya tidak memakai aroma yang sama.

Apa artinya untuk ruang Anda

Aroma yang mana untuk ruang yang mana.

1

Sitrus untuk lantai kerja.

Ruang kerja terbuka, ruang rapat, meja layanan — tempat orang harus berpikir dan ramah pada saat yang sama. Di katalog Shizen, keluarga sitrus dan teh hijau adalah pilihan pertama kami untuk ruang seperti ini.

2

Floral untuk ruang istirahat.

Pantry, ruang istirahat, musala, ruang menyusui: tempat orang datang untuk melepas tegang. Aroma bunga yang lembut, bukan yang manis.

3

Hutan untuk ruang tunggu dan lobi.

Tempat orang menunggu — pasien, tamu, pelamar — adalah tempat rasa diburu waktu paling terasa. Aroma kayu dan hutan menurunkannya. Kami uji dua–tiga aroma di ruang Anda sebelum memutuskan.

Bagaimana Shizen mengerjakannya

Merek Jepang, disewa bulanan.

Shizen adalah merek Jepang — by Botanica Fragrance Japan — dengan lebih dari 100 aroma, termasuk seri yang terinspirasi hotel bintang lima. Sistemnya disewa bulanan: mesin, instalasi, fragrance oil, perawatan berkala dan penggantian unit termasuk, kontrak minimum 12 bulan. Survei ruang gratis, tanpa komitmen.

Portable · SBX115–30 m²Rp597.000 / bulanbutik, klinik, ruang rapat, meja resepsionis
Cozy · SBA181–200 m²Rp998.000 / bulanrestoran, showroom, lantai retail, gym
Prestige · SBA2201–300 m²Rp1.186.000 / bulanlobi hotel, kantor eksekutif, butik flagship

Harga paket per September 2026. Enam paket lengkap, sampai 2.000 m², ada di halaman utama.

Shizen SBA2
Sumber dan catatan

Dari mana angka-angka ini.

  1. Mizhi Feng, Chengmin Zhou, Fangfang Yuan (Universitas Kehutanan Nanjing) dan Jake Kaner (Universitas Nottingham Trent), Buildings (MDPI), vol. 16, no. 1, article 3. Studi akses terbuka; angka dan kutipan di artikel ini diambil dari makalah tersebut, bukan hasil pengukuran Shizen.
  2. Shizen tidak berafiliasi dengan perusahaan, media atau peneliti yang disebut di artikel ini; mereka disebut sebagai sumber.
  3. Efek aroma pada suasana ruang bergantung pada ruang, intensitas dan aroma yang dipilih. Karena itu kami selalu mulai dengan survei ruang dan uji dua–tiga aroma.