Sebelum memilih aroma untuk kantor, ada satu temuan yang sebaiknya diketahui setiap pemilik ruang. Tim peneliti dari Qingdao, Tiongkok, menerbitkannya di jurnal Building and Environment pada Maret 2025: pengaruh aroma pada kinerja kognitif ternyata bergantung pada apakah orang itu menyukai aromanya.1 Bukan pada jenis aromanya saja. Pada sukanya.
Tiga aroma, satu tesDipilih supaya ada yang disukai, dibenci, dan terbelah.
Para peneliti memilih tiga aroma dengan sengaja. Jeruk manis, yang disukai semua 24 peserta. Cuka putih, yang tidak disukai siapa pun. Dan peppermint, yang membelah ruangan: 15 orang menyukainya, 9 tidak. Setiap peserta mengerjakan tes kognitif di bawah tiap aroma, mengisi kuesioner kenyamanan dan perhatian, dan direkam gelombang otaknya (EEG) di dua ruang uji berukuran 3 × 2,7 meter.1
HasilnyaSuka dulu, baru pintar.
Di bawah jeruk manis — dan di bawah peppermint bagi yang menyukainya — rasa senang peserta naik, dan kinerja kognitif ikut naik. Di bawah cuka putih terjadi kebalikannya. Peppermint yang persis sama memberi peningkatan kognitif yang lebih besar pada kelompok yang menyukainya daripada pada kelompok yang tidak.1

Rekaman otak menjelaskan mekanismenya: daya gelombang theta (tanda perhatian menurun) berkorelasi negatif dengan kinerja, sementara daya gelombang beta, rasa senang, tingkat perhatian, dan penilaian kenyamanan aroma berkorelasi positif. Dengan kata lain: aroma yang menyenangkan membuat orang lebih waspada, dan orang yang lebih waspada bekerja lebih baik. Aroma yang menyegarkan memang berpengaruh — tetapi pengaruhnya disaring oleh selera.
Aroma yang sama bisa membantu satu orang dan mengganggu orang lain.Kenapa ini penting untuk kantor
Aroma pilihan satu orang bisa gagal untuk tiga puluh.
Di banyak kantor, aroma dipilih oleh satu orang — pemilik, manajer gedung, atau pemasok. Studi ini menunjukkan risikonya: aroma yang disukai pemilik bisa menurunkan kinerja sebagian tim yang tidak menyukainya. Itu sebabnya bank terbesar Jepang memilih aromanya lewat pemungutan suara karyawan dan nasabah, dan sembilan dari sepuluh pemilih menyukainya. Kuncinya bukan aroma yang paling disukai satu orang, melainkan aroma yang tidak dibenci siapa pun.




