Promotool bukan studio kecil. Perusahaan teknologi aroma di Tokyo ini merancang aroma untuk maskapai (termasuk JAL), hotel, perusahaan kosmetik, pengembang properti dan pemerintah daerah, dan pada Agustus 2026 penjualan desain aroma ruangnya naik 13,9% dari tahun sebelumnya.2 Setiap tahun laboratoriumnya, Lembaga Riset Teknologi Aroma (香り技術研究所) di Saitama, menerbitkan satu prediksi: aroma untuk tahun berikutnya. Untuk 2025 pilihannya teh putih dan thyme, untuk 2026 Earl Grey dan thyme. Pada 28 Oktober 2026, untuk keempat kalinya berturut-turut, mereka mengumumkan aroma 2027: Hinoki & Thyme.1
Kenapa hinokiDari sekadar disukai, menjadi cara menata waktu dan ruang.
Alasannya, tulis rilis itu, adalah perubahan pada apa yang orang harapkan dari aroma. Minat pada forest bathing dan wellbeing meningkat, dan aroma kini diminta bukan hanya untuk disukai, tetapi untuk membuat waktu dan ruang terasa nyaman sambil mendekatkan orang pada alam.1 Hinoki dipilih karena akrab bagi orang Jepang dan langsung mengingatkan pada kesegaran hutan dan kehangatan kayu, bukan sekadar nada woody, melainkan pengalaman berjalan di antara pepohonan.1
Risetnya berakar pada satu tempat: hutan rekreasi alam Akasawa di Agematsu, Prefektur Nagano, yang dikenal sebagai tempat lahirnya forest bathing. Di bawah bimbingan Prof. Li Qing, penasihat perusahaan dan peneliti terkemuka forest bathing, master perfumer Takeshi Watanabe dan analis aroma Shizue Nishino meneliti hinoki Kiso dari hutan itu.1 Racikan 2027 menumpuk kayu hinoki Kiso dan hiba Aomori dengan thyme, pinus Skotlandia dan olibanum: dibuka segar, bergerak ke kayu, dan menutup dengan jejak yang tenang.1
Kehangatan kayu hinoki dilapis kesegaran herbal thyme: cara mengungkapkan hubungan dengan alam, dan nyamannya waktu yang dilewatkan dalam aroma — Takeshi Watanabe.Untuk siapa
Hotel, ryokan, spa dan kantor lebih dulu.
Promotool menyebut hotel dan ryokan, spa dan pemandian, fasilitas wellness, kantor dan rumah sebagai sasaran aroma 2027, dengan rencana produk lanjutan: room spray, home fragrance, amenity hotel dan perawatan tubuh.1 Polanya sama dengan yang kami lihat di Indonesia. Aroma kayu-hijau dipilih ruang yang ingin terasa tenang dan bersih tanpa berbau cairan pembersih: lobi, spa, klinik, ruang tunggu.

Yang patut dicatat dari cara Jepang adalah urutannya: riset dulu di hutannya, lalu racikan, lalu prediksi yang diterbitkan setiap tahun supaya industri hotel dan properti bergerak bersama. Tren aroma di Jepang jarang datang dari mode. Ia datang dari laboratorium, dan dari apa yang pengelola hotel dan kantor minta.
Dalam koleksi ShizenCypress, cedar, pinus dan fir sudah ada di koleksi kami.
Hinoki adalah cemara Jepang. Dalam koleksi Shizen, keluarga kayu dan hutan — cypress, cedar, pinus, fir, bambu hijau — hadir di sejumlah aroma, dan beberapa di antaranya yang paling sering diminta lobi dan spa.3 Kami tidak membuat tiruan “Hinoki & Thyme”. Yang kami lakukan: membawa dua atau tiga aroma keluarga kayu-hijau ke ruang Anda saat survei, karena karakter aroma berubah mengikuti material dan suhu ruangan.




